JENIS HEWAN TERNAK UNTUK AQIQAH

Setelah kita mengetahui tentang keutamaan melaksanakan ibadah aqiqah, maka selayaknya kita sempurnakan dengan mengetahui dan memahami lebih dalam perihal beberapa ketentuan dan ciri-ciri hewan ternak yang dapat dijadikan sebagai aqiqah. Terdapat dua jenis hewan ternak yang dapat digunakan untuk aqiqah yaitu sbb. 

1. Kambing 

2. Gibasy/Domba/Biri-Biri

Kambing memiliki sifat yang berbeda dengan domba. Salah satu ciri fisik yang jelas yaitu pada corak warna dan jenis rambut luarnya. Kambing memiliki sifat bulu yang menyerupai rambut manusia/kuda. Sedangkan Domba memiliki sifat bulu yang menyerupai kapas/kapuk. Kambing dan Domba juga memiliki perbedaan dalam siklus hidupnya. Domba cenderung beranak lebih banyak (2-3 ekor sekali beranak) sedangkan kambing (1-2 ekor saja pada umumnya). 

Dalam pemeliharaannya, domba memiliki keunggulan tersendiri yaitu lebih mudah diternakkan, daripada kambing yang cenderung pemilih dalam makanannya. Sehingga harga jualnya pun berbeda. Domba cenderung lebih murah dibandingkan dengan kambing. Namun untuk rasa dari dagingnya, kebanyakan penikmat masakan kambing lebih suka daging kambing dibandingkan daging domba. Selain rendah lemak, kambing dipercaya memiliki keunggulan khusus untuk menaikkan stamina. 

Syarat Hewan Untuk Aqiqah

Sebelum anda memutuskan untuk beli hewan sembelihan untuk aqiqah, ada baiknya anda ketahui dulu jenis hewan yang boleh untuk kekahan dalam Islam. Dari riwayat hadist yang sering dijumpai, memang disebutkan bahwa hewan aqiqah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad adalah kambing atau yang sejenis seperti domba, kibsy, atau gibas.

Jenis Kelamin Kambing/Domba Aqiqah dan Jumlah Sembelihannya Menurut Islam

Bagaimana syarat sah jenis kelamin untuk kambing yang akan digunakan untuk aqiqah? Untuk jenis kelamin, tidak masalah apakah kambing jantan atau kambing betina. Hal ini didasarkan pada hadist Nabi Muhammad SAW dari Ummu Kurz, “…tidak mudharat bagi kamu apakah kambing jantan atau betina..“. Keterangan lain yang menguatkan lagi adalah pada hadist yang diriwayatkan oleh An Nasai dan Abu Daud berikut:

عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ لَا يَضُرُّكُمْ ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا

Anak laki-laki hendaklah diaqiqahi dengan 2 kambing, sedangkan anak perempuan dengan 1 kambing. Tidak mengapa bagi kalian memilih yang jantan atau betina dari kambing tersebut.” (HR. An Nasai no. 4222 dan Abu Daud no. 2835)

Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa derajat hadits ini adalahhasan.Asy Syairozi rahimahullah memberikan penjelasan bahwa daging kambing jantan itu rasanya lebih enak, sedangkan daging kambing betina lebih basah.

Dalil Hukum yang Menyatakan Aqiqah Anak Laki-Laki dengan Dua Ekor Kambing dan Perempuan 1 ekor Kambing.

Pelaksanaan aqiqah memberikan syarat bagi yang ingin melaksanakan. Para orang tua pastinya juga harus memahami bagaimana syarat aqiqah anak laki-laki. Hal ini juga dikuatkan dengan adanya dalil dari Ummu Kurz Al Kab’biyyah. Dalam dalilnya dikatakan bahwa, Rasulullah SAW bersabda,

عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ ». قَالَ أَبُو دَاوُدَ سَمِعْتُ أَحْمَدَ قَالَ مُكَافِئَتَانِ أَىْ مُسْتَوِيَتَانِ أَوْ مُقَارِبَتَانِ

Untuk anak laki-laki dua kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu kambing.”

Dalil selanjutnya yang diungkapkan oleh Abu Daud. Dalam dalilnya, Ahmad berkata, “Mukafiatani adalah yang sama atau yang saling berdekatan”. (HR. Abu Daud no. 2834 dan Ibnu Majah no. 3162, serta Syaikh Al Albani yang menyatakan keshahihan dari hadits ini).

Kemudian masih ada lagi dalil yang menyatakan mengenai syarat aqiqah anak laki-laki, yakni dari Ummul Mukminin, Aisyah ra. Dalil tersebut menyatakan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمأَمَرَهُمْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

Rasulullah SAW memberikan perintah kepada mereka, untuk anak laki-laki aqiqah dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing. (HR. Tirmidzi no. 1513). At Tirmidzi juga menyatakan bahwa hadits ini shahih. 

Syarat Fisik Kambing Aqiqah

Menurut pendapat ulama salaf, syarat fisik kambing untuk aqiqah ini sama seperti syarat hewan qurban. Kondisi fisik hewan harus sehat, berat timbangannya, tidak cacat, bebas penyakit, dan cukup umur.

Memilih kambing aqiqah yang memenuhi syarat syah memang tidak mudah bagi yang belum berpengalaman. Maka dari itu, kita dapat menggunakan bantuan dari Serambi Aqiqah untuk memilih kambing yang dijamin terbaik.

Syarat Umur Kambing Aqiqah

Ketika ditanya berapa batasan umur kambing aqiqah, maka kita harus merujuk kepada hadist dari Nabi Muhammad. Hewan aqiqah yang tidak memiliki cukup usia, akan berimplikasi pada ibadah akikah yang dilaksanakan menjadi tidak sah. Berikut kutipan Hadist yang diriwayatkan oleh Muslim mengenai usia hewan qurban.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً, إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ اَلضَّأْنِ

Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah dari domba.” (HR. Muslim no. 1963).

Apa itu Musinnah?

Musinnah adalah kecukupan usia dari hewan sembelihan. Para ‘alim Ulama menjelaskan bahwa maksud daripada musinnah dari kambing ialah telah berusia 1 (satu) tahun (masuk tahun kedua). Biasanya ditandai dengan bergantinya gigi susu dengan gigi sempurna (powel)

Apa itu Jadza’ah

Jadza’ah adalah domba yang telah berusia enam bulan hingga satu tahun.

Dari penjelasan di atas, maka umur kambing untuk aqiqah setidaknya berusia lebih dari satu tahun. Anda bisa beraqiqah dengan berbagai jenis kambing seperti kambing Garut, kambing Jawa, biri-biri, domba, gibas, kambing benggala, kambing etawa, kambing PE, dan jenis kambing lainnya. Anda boleh beraqiqah dengan domba yang usianya kurang dari satu tahun (lebih dari 6 bulan) untuk aqiqah, hanya jika kesulitan mendapatkan kambing yang musinnah. Sulit maksudnya bisa kecukupan dana yang dimiliki hanya mampu untuk membeli domba yang jadza’ah. 

Syarat binatang aqiqah ini berlaku untuk kaum muslimin di semua negara. Indonesia, Malaysia Arab Saudi dan negara lainnya juga menggunakan dasar yang sama dalam beraqiqah. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat

Editor: Serambi Aqiqah

Penyusun : Awaludin